5 Tanda Kalau Kita Belum Mendapat Kemerdekaan Sepenuhnya

Agustus 10, 2018
Ternyata pengertian dari kata “merdeka” bukan hanya bebas dari jajahan secara kasat mata. Jajahan bisa saja masih terjadi melalui mental secara tertutup dan dengan cara yang lebih modern. 

britannica.com

 Merdeka yang kita bicarakan di sini bukan cuma mengenai sebuah negara tetapi mengenai diri kita sendiri tanpa ada hubungannya sebagai warga negara. 

Berikut beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa kamu belum benar-benar mendapatkan kemerdekaan yang layak di hidupmu sendiri yang cuma 1 kali ini.

1.    Selalu Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain


Dia lebih terkenal. Dia punya lebih banyak teman. Dia lebih cerdas. Gajinya lebih banyak. Dia lebih cantik. Dia lebih ganteng. Dia jauh lebih keren. Dia sudah punya mobil. Dia sudah punya rumah sendiri. Sedangkan aku?

stop comparing yourself
goalcast.com

Kalimat-kalimat di atas sering sekali berputar-putar di kepalaku. Mungkin kalian juga mengalaminya. Aku terkadang masih bingung membedakan antara termotivasi dan terintimidasi dengan melihat pencapaian yang orang lain dapatkan.

Aku dan mungkin kamu juga sering lupa bahwa everyone grows in different rates. Kita enggak bisa menyamakan untuk dapat pekerjaan bonafide di umur 22 tahun semuanya. Sebagian orang ada yang kuliah hanya 3 tahun tapi mendapat pekerjaan 6 tahun setelah kelulusannya. Sebagian yang lainnya kuliah 6 tahun namun langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Semua punya porsinya masing-masing. Fokuslah pada porsimu sendiri and do your best. Kita enggak mungkin selalu punya kesamaan dengan orang lain seperti punya tahun yang sama untuk menikah. Punya posisi yang sama di dunia kerja. Stop comparing yourself to others. Kamu kadang hanya enggak sadar bahwa selagi kamu melihat rumput tetangga, rumputmu juga sedang dilihat oleh orang lain.  

2.    Menjalani Hidup Seperti yang Orang Lain Mau


tanda belum merdeka


Apa pendapatmu mengenai quote di atas? Kebanyakan dari kita menjalani kehidupan berdasarkan apa yang orang lain mau lihat, yang lingkunganmu tuntut dan sosialmu inginkan.

Kamu lupa bagaimana caranya menjadi diri sendiri and live your own life. Kadang kamu terlalu mau-maunya menuruti tuntutan sosial dan mengorbankan kebahagiaanmu sendiri. Beranilah untuk mengambil keputusan. Jangan biarkan lingkungan atau siapapun jua membuat keputusan untuk hidupmu.

3.    Pura-Pura Bahagia dengan Orang yang Tidak Dicintai


Adakah orang yang seperti ini? Tentu ada. Seorang teman pernah mengatakan padaku bahwa rasa cinta itu sering menipu dan samar-samar dengan beberapa perasaan dan kondisi lainnya seperti keterbiasaan dan rasa kasihan atau terkait masalah jasa.

tanda kamu belum merdeka
thenewdaily.com.au

 Banyak orang yang memutuskan menikah dengan orang yang selama ini membantunya dalam hidup. Selalu ada untuknya dan membuatnya bekembang. Orang tersebut mungkin hanya menikah karena tidak tahu bagaimana membalas jasa orang tersebut.

Ada pula yang sangat bingung membedakan antara rasa cinta dan terbiasa. Kamu mungkin akan merasa ada yang kurang ketika orang yang used to be with you tiba-tiba menghilang. Tapi itu tidak selamanya berarti cinta. Bisa jadi kamu hanya terlalu terbiasa dengan kehadirannya.

Rasa cinta itu jauh lebih besar dari sekadar balas jasa, rasa kasihan atau hanya karena terbiasa. Jangan pernah tertukar. Jika bukan cinta, jangan korbankan dirimu dengan pura-pura menikmatinya. 

Jangan pula bersama seseorang karena tuntutan sosial. Jangan hanya teman-temanmu sudah menikah, lalu kamu juga memaksakan untuk menikah secepat mungkin. 

4.    Hanya Bahagia karena Kehadiran Orang Tertentu


Don’t put your happiness in someone else’s pocket. Itu salah satu quote kesukaanku. Wajar jika kita bahagia karena kehadiran orang-orang yang penting di hidup kita. Namun, kita harus tetap belajar cara bahagia karena diri kita dan hidup kita sendiri.

Ingat, in the end, diri kamulah satu-satunya orang yang bisa kamu andalkan. Maka, berbahagialah dengan atau tanpa orang lain. Be strong dan jangan ketergantungan dengan siapa pun.

5.    Pasrah untuk Selalu Jadi Bawahan


Jika umurmu sudah mencapai 25 tahunan dan kamu masih belum mempunyai pekerjaan. Maka sebaiknya berhentilah untuk terus menerus mencari pekerjaan. Mulailah untuk membangun bisnismu sendiri.

karyawan
huffingtonpost.com

Para orang kaya sering kali berpendapat bahwa mindset anak muda kita terlalu fokus pada bagaimana caranya menjadi karyawan tapi tidak mau berpikir bagaimana caranya membuka lapangan pekerjaan. Maka kamu, jangan hanya puas menjadi bawahan. Mandirilah dan buka usahamu sendiri. Berhenti ketakutan dan terkekang dengan hal yang belum tentu terjadi.

Menjelang hari kemerdekaan NKRI ini yakni di 17 Agustus mendatang, maka mari kita bersama-sama bertekad untuk memerdekakan diri kita sendiri. Karena untuk bisa jadi warga negara yang merdeka, kita harus terlebih dahulu merdeka dengan hidup kita sendiri!

13 komentar:

  1. Sepakat banget, karena tujuan kemerdekaan bagi diri sendiri adalah kebahagiaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener... semoga kita bisa selalu merdeka.

      Hapus
  2. Benar banget deh kak, beberapa yang kaka sebutkan di atas emang sesuatu hal yang bisa menghambat kita menjadi orang yang merdeka secara pribadi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... syukurlah kalau kamu setuju de. Semoga kita termasuk orang-orang yang merdeka.

      Hapus
  3. Kadang secara tidak sadar suka bandingin diri dengan orang lain. Ketika melihat kekurangan diri sendiri merasa sedih ketika kelebihan ada di orang lain. Padahal bisa saja kekurangan yang kita punya menjadi lebihnya orang lain. Berbelit gak sih ini semoga ka eca paham maksud enni wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak berbelit kok En.. Kakak paham kok. Bener kata Enni. So, be proud of yourself ya de.

      Hapus
  4. Nomer 1, 2 dan 4 sering banget aku menemui orang seperti itu. Berarti mereka belum merdekanya hihi.
    Apalginyang sering membandingkan dengan orang lain, ini sering yang terjadi kalau di desa desa, si ibuk ibuk senang ngerumpi membandingkan si A dengan si B karena mereka berbeda, dan lebih sukses si B. Padahal kan mereka punya kehidupan masing masing, dan juga punya tujuan masing masing. Rada miris sih, kalau dapat perbandingan kek gini, berasa kecil gitu huhu. Berarti orang yang sering membandingkan itu tipikal orang yang gak merdeka ya ๐Ÿ˜๐Ÿ™ƒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku, kalau orang yang suka membandingkan orang lain itu macam "penjajah"-nya deh Sa. hehe

      Hapus
  5. Ah aku suka semua tanda2nya. Dan gak sombong kayaknya kalau aku ngaku kalau sudah merdeka sepenuhnya. Hehe. Free dari komentar orang2 itu yg paling suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. selamat mbak. Hehe... berarti kita sama-sama orang yang merdeka.

      Hapus
  6. Bener nih Ka eca, apalagi kalau tipe" kaya aya ini ga suka aturan jadinya Emang ga cocok jadi karyawan yang di atur hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocoknya jadi leader, owner dan boss nih. Aminn..

      Hapus
  7. Mencoba buat jd diri sendiri dan gak terkungkung dengan "What people say" tapi berasa jd orang yang gak disukain banyak orang. :p wkwkwk..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.