Belajar Positive Thinking dari 3 Karakter Film Ini #FBBKolaborasi

Maret 10, 2019
Kalau ditanya, menurutmu, film yang bagus itu yang seperti apa sih? Maka aku akan menjawab, film yang baik itu adalah film yang punya alur cerita yang bagus dan memberikan pesan moral yang dalam. Jika syarat itu terpenuhi, sudah pasti film yang kamu tonton berkesan dan diingat-ingat terus.

Nah, kebetulan aku hobi banget nonton. Sampai-sampai aku pernah bela-belain nonton film favorit di jam malam di bioskop padahal besoknya ada acara super penting. Tidak masuk akal memang, tapi menonton adalah salah satu sumber kebahagiaanku. 

Kalau berbicara mengenai genre, aku suka berbagai macam genre. Fantasi, sci-fi, thriller, horror, semuanya aku tonton. Tapi, aku mengurangi nonton genre romance, soalnya aku tipe orang yang easy to be touched gitu. Kalau nonton yang sedih-sedih, galaunya berhari-hari.

Ah, jadi cerita kebanyakan deh. Intinya sih dari sekian banyak film yang aku tonton, aku sangat terkesan sama 3 tokoh. Jelas yang aku bicarakan ini nggak selalu tokoh utama. 3 tokoh ini secara menarik dan nggak didiga sebelumnya berhasil mengajarkanku untuk positive thinking, tidak berprasangka buruk. 

1. Maleficent dari Film Maleficent 


Maleficent
variety.com


Tokoh pertama adalah Maleficent dari film yang berjudul sama dan ber-genre fantasy. Overall, Maleficent ini merupakan tokoh nenek sihir dari film snow white itu. Siapa sih yang nggak tahu cerita tentang seorang gadis yang tertidur karena memakan apel bercun dari seorang nenek sihir. 

Nah, film ini berupaya menceritakan sisi lain atau bisa dibilang versi lain dari nenek sihir tersebut. Kalau mendengar kata nenek sihir, pasti otak kita langsung memproses informasi kalau nenek sihir itu adalah tokoh jahat. 

Film ini pun mematahkan anggapan tersebut. Diceritakan bahwa Maleficent ini sebenarnya adalah sosok peri baik hati yang kemudian dikhianati oleh kekasih hatinya. Pada akhirnya Maleficent pun menjadi pemurung dan berubah menjadi sosok yang jauh berbeda.

Dia mendengar kabar bahwa kekasih hatinya tersebut berhasil menjadi seorang raja dan telah menikahi seorang puteri dan mempunyai anak perempuan. Mendengar ini, Maleficent pun mengirimi sebuah kutukan kepada anak tersebut kalau di umurnya yang ke-16, ia akan tertidur untuk selamanya dan hanya bisa dibangunkan oleh ciuman dari cinta sejati.

Selama anak tersebut tumbuh besar, Maleficent selalu menghampirinya, mengajaknya berbicara bahkan sang anak menganggap bahwa ialah malaikat pelindungnya. Sampai akhirnya tiba waktu sang puteri tertidur. 

Seorang pangeran yang mencintainya pun sudah pernah menciumnya, namun snag puteri tetap tertidur. Kamu tahu siapa yang bisa membuatnya bangun? Ciuman dari pemberi kutukan itu sendiri. Ya, ciuman dari Maleficent. 

Cinta sejati itu nggak selalu tentang pria dan wanita. Dia bisa berarti ibu, atau siapapun yang mencintai kita dengan tulus. Jadi ternyata Maleficent selama ini malah menyayangi puteri tersebut karena sejak kecil sudah sering bertemu.

Sungguh menyesakkan! Aku sampai nangis lo kemarin (maklum cengeng). Film ini dirilis sekitar tahun 2014 lalu yang dibintangi oleh Angelina Jolie. Sampai sekarang tokoh ini masih kuingat dan mengajarkan banyak hal tentang hati seorang makhluk. 

Mengajarkanku bahwa terkadang, kejahatan itu seperti domino effect. Pelaku kejahatan dulunya adalah korban dari kejahatan entah itu dalam bentuk pengkhianatan, bully, celaan dan lain sebagainya. Tapi, apapun itu, hati yang bersih tetap jauh lebih kuat. What inside is matter than what outside. 
 

2. The Red Queen di Film Alice Through the Looking Glass


The Red Queen
coub.com


Film ini merupakan film kedua dari Alice in the Wonderland. Film ini cukup famous dan aku yakin kamu sudah familiar mendengarnya. The Red Queen merupakan tokoh antagonis dengan penampilannya yang khas yaitu berbadan pendek, rambut shape heart dan of course berwarna merah.

Dia musuh bebuyutannya Alice dan selalu berusaha menggagalkan aksi yang dilakukan tokoh utama baik hati tersebut. Red Queen ini merupakan saudara dari The White Queen yang baik dan cantik. Secara umum, film ini menceitakan dunia lain, sort of Wonderland dan yang kedua ini dunia di balik cermin. 

Kalau menonton film yang pertama saja, wajar banget kalau banyak penonton yang membenci si Red Queen karena ulah jahatnya. Tapi, kalau kamu sudah menonton yang kedua, kamu pasti akan simpati dengan The Red Queen ini.

Jadi, di film kedua ini lebih fokus ke behind the story dari The Red and The White Queens. Jadi mereka berdua memang anak bangsawan. Mereka dididik dengan baik oleh ratu dan raja. Lalu pada suatau malam, mereka memakan hidangan kue kering sebagai penutup. 

Setelah itu, sang ratu meminta mereka berdua untuk segera tidur. Namun si White Queen diam-diam kembali ke dapur dan mengambil satu kue lalu membawanya ke kamar dan memakannya. Saat itu pula, Red Queen bangun dan dia kaget.

Dia mendekat dan bertanya, "What are you doing?". Lalu di saat yang sama, ibu mereka membuka kamar dan langsung menanyakan siapa yang berbohong. White Queen tidak mengaku. Dia terus menyalahkan Red Queen sampai akhirnya ibunya percaya bahwa pelakunya Red Queen. 

Red Queen yang kecewa akan kebohongan adiknya langsung berlari ke luar istana. Kebetulan sedang turun salju, ia nggak sengaja tergelincir lalu kepalanya menabrak beton dan membuat kepalanya membengkak dan semakin besar hingga dewasa. 

Lalu, di ending film kedua ini, si White Queen mengakui segalanya untuk pertama kali. Dia mengatakan bahwa semuanya salah dia, dia yang memakan kue kering itu dan dia yang berbohong. Lalu tanggapan dari Red Queen benar-benar out of the box, di luar dugaanku banget.

Dia menjawab, "That is all I want to hear from you." Red Queen pun tersenyum dan langsung berpelukan. Huaaa... sungguh hatiku tersentuh. Dari film ini aku belajar bahwa kebohongan itu tidak ada yang kecil, seperti apapun bentuk kebohongan tersebut, ya dia tetap berpengaruh BURUK.

Dan yang paling mengejutkan lagi, Red Queen hanya ingin mendengar pengakuan sederhana itu lo. Dia hanya ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa dia nggak berbohong. Uh... sungguh aku nggak menyangka ada pesan moral sebaik ini.

3. Severus Snape dari Film Harry Potter

 
Severus Snape
nerdist.com


Siapa sih yang nggak tahu Harry Potter? Film yang sampai sekarang masih terbayang! Apalagi dengan hadirnya sekuel Fantastic Beast yang merupakan spin off dari Harry Potter. Severus Snape atau biasa juga dipanggil dengan Professor Snape ini juga merupakan tokoh yang mencolok.

Dia seakan-akan memiliki perangai yang tidak baik dan membeni Harry Potter. Kalau kamu cuma menonton serial awal-awal, pasti bakal nggak suka juga dengan Snape ini. Tapi ternyata, aku lupa di episode berapa, terungkaplah bahwa dia sebenarnya malah menolong Harry Potter selama ini.

Untuk tokoh ketiga ini, aku nggak jelaskan panjang lebar ya. Aku mau kalian mengingat-ingat lagi tentang film sekaligus tokoh yang satu ini. Kembali lagi, we absolutely can't judge a person by his cover.

Nah, dari 3 tokoh di atas, mana nih tokoh yang menurut kalian paling menginspirasi dan menyentuh hati terdalam kalian? Oh ya, tanggal 30 Maret nanti bertepatan dengan Hari Film Nasional lo. Tulisan ini sekaligus aku dedikasikan untuk ikut serta mendukung dan memperingati Hari Film Nasional tersebut. 

Sebenarnya ada banyak sekali juga film Indonesia yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang tinggi. Aku juga berminat membahasnya di next post. Tulisan ini juga aku ikutkan dalam FBB Kolaborasi bulan Maret yang diadakan komunitas Female Blogger of Banjarmasin.

2 komentar:

  1. Waaaa... Setuju banget. Nomor satu dan tiga favoritku. Yang nomor dua, aku awalnya gemes banget sama Red Queen,tapi endingnya bener-bener diluar prediksi. Plot twist memang seru ya :)

    BalasHapus
  2. Wah Ada Harry Potter 😍 si Severus Snape ini awalnya memang menyebalkan sekali. Tapi ya itu jangan memandang covernya saja. Makanya kudu nonton film nya secara lengkap hehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.